Toleransi dalam perspektif Agama-agama dan Upacara Ritual-Seremonial

TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA

PENGERTIAN TOLERANSI

Kata Toleransi sering dikaitkan dengan Toleransi Agama. Toleransi berasal dari Bahasa Inggris ” Tolerance” yang artinya kesabaran, sikap lapang dada dan menunjukkan sifat sabar. dalam Kamus Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Toleransi adalah Bersifat menghargai.

Toleransi merupakan sikap lapang dada atau kesabaran dalam memberikan kebebasan kepada sesama manusia sebagai warga masyarakat untuk menjalankan keyakinan dan mengatur hidupnya, selama tidak melanggar dan bertentangan dengan norma-norma yang telah ditentukan agar terciptanya ketertiban dan perdamaian masyarakat.

RUANG LINGKUP TOLERANSI

Suatu tanda bahwa ada sikap dan suasana Toleransi diantara sesama manusia, atau katakanlah antar pemeluk agama, ruang lingkup toleransi adalah :

1. Mengakui Hak Orang Lain

Maksudnya ialah suatu sikap mental yang mengakui hak setiap orang di dalam menentukan sikap / tingkah laku dan nasibnya masing-masing, tentu saja sikap atau perilaku yang dijalankan itu tidak melanggar hak orang lain.

2. Menghormati Keyakinan Orang Lain

Keyakinan seseorang ini biasanya berdasarkan kepercayaan, yang telah tertanam dalam hati dan dikuatkan dengan landasan baik yang berupa wahyu maupun pemikiran yang rasional karena keyakinan seseorang ini tidak akan mudah untuk dirubah atau dipengaruhi. Bahkan kalau diganggu, sampai matipun mereka akan tetap mempertahankan.

3. Agree In Disagreement

” Agree in disagreement ” (setuju dalam perbedaan) adalah prinsip yang selalu didengungkan oleh mantan Menteri Agama Prof. Dr. H. Mukti Ali dengan maksud bahwa perbedaan tidak harus ada permusuhan karena perbedaan selalu ada dimanapun, maka dengan perbedaan itu kita harus menyadari adanya keanekaragaman kehidupan ini.

4. Saling Mengerti

Ini merupakan salah satu unsur toleransi yang paling penting, sebab dengan tidak adanya saling pengertian ini tentu tidak akan terwujud toleransi.

5. Kesadaran Dan Kejujuran

Menyangkut sikap, jiwa dan kesadaran bathin seseorang yang sekaligus juga adanya kejujuran dalam bersikap sehingga tidak terjadi pertentangan antara sikap yang dilakukan dengan apa yang terdapat dalam bathinnya.

6. Falsafah Pancasila

Falsafah Pancasila itu merupakan suatu landasan yang telah diterima oleh segenap manusia Indonesia, merupakan tata hidup yang pada hakekatnya adalah merupakan konsesus dan diterima praktis oleh Bangsa Indonesia atau lebih dari itu adalah dasar negara kita.

DASAR-DASAR TOLERANSI

Pada hakekatnya semua agama mempunyai ajaran yang menjadi dasar adanya perintah toleransi ini, seperti yang telah diuraikan di bawah ini :

· TOLERANSI DALAM AGAMA HINDHU

Agama ini mengajarkan adanya ajaran toleransi umat beragama seperti diterangkan oleh I Ketut Wiana, Wakil Sekjen Parisada Hindu Dharma Indonesia bahwa banyaknya agama yang diturunkan oleh Tuhan adalah suatu kebijaksaan Tuhan. Jalan yang berbeda–beda itu memiliki satu tujuan yaitu jalan menuju Tuhan.

Agama Hindu mempunyai 4 konsep kerukunan yang dituangkan dalam bentuk pemujaan pada Tuhan, yaitu :

a) Kerukunan Famili yakni keluarga kecil sampai keluarga satu dan besar

b) Keluarga Teritorial diwujudkan dalam 4 pemujaan Desa Pakawan / Desa Adat

c) Kerukunan Fungsional diwujudakan dengan tempat pemujaan bagi mereka yang satu profesi atau fungsi

d) Kerukunan Universal diwujudkan dalam tempat-tempat pemujaan umum.

Disamping itu sebagai makhluk sosial umat Hindu tidak semata-semata rukun dengan sesama manusia. Tetapi juga harus harmonis secara Vertical dan Horizontal. Secara Vertikal (ke atas) dekat dengan Tuhan sebagai Raja Alam Semesta (Prajaparti), Horizontal (kebawah) menanamkan rasa kasih sayang pada semua makhluk secara Horizontal mengembangkan kerukunan dengan sesama manusia.

· TOLERANSI DALAM AGAMA BUDHA

Dalam Agama Budha tidak dikenal ajaran tentang paksaan apalagi untuk masuk agama dengan paksa, agama ini mengajarkan sikap bagi orang yang membutuhkan Nirwana pasti akan datang mencari dengan berpegang pada nilai dasar dalam Budha dan Dharma, karena itulah umat Budha menjunjung tinggi sikap saling menghargai antar sesama umat beragama, saling bertoleransi dan berdialog untuk mencapai satu tujuan sesungguhnya dari kehidupan ini.

Berdasarkan uraian dari Girirakkhito dan Corneles Wowor yang didasarkan dari ajaran yang terkandung dalam kitab sucinya menunjukkan bahwa umat Budha secara tekstual maupun pengakuan umatnya betul-betul terdapat ajaran toleransi antar umat beragama, bahkan lebih jauh agama ini juga mengakui adanya kebenaran yang bersifat universal yang bisa terdapat dalam ajaran agama lain. Hal ini sebagai pertanda memang toleransi dan kerukunan beragama bukan hanya slogan saja tetapi memang merupakan suatu ajaran yang mendasar.

· TOLERANSI DALAM AGAMA KRISTEN

Antara Kristen Katholik dan Protestan meskipun keduanya mempunyai ajaran yang berasal dari Yesus Kristus, akan tetapi dalam masalah toleransi umat beragama keduanya mempunyai pandangan yang berbeda.

Dari segi ajaran agama pihak Gereja Katholik mempunyai masalah yang perlu dicatat sehubungan dengan Pluralisme Agama, ialah :

a) Hubungan Persaudaraan dan Persatuan

Umat Katholik di tengah dunia harus berperan sebagai tanda dan sarana persatuan dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia.

b) Sependeritaan Sepenanggungan

Kasih penderitaan yang ingin dibangun diantara sesama manusia mencakup keprihatinan bersama dalam mengusahakan kesejahteraan hidup didunia

c) Ada Pancaran kebenaran, kebaikan dan kesucian di luar Gereja

Meski mengakui wahyu ilahi, namun masih dalam pergumulan menangkap kedalaman dan kepenuhannya, sambil mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam melaksanakan ajaran ilahi, umat Katholik diajak belajar dari kebaikan agama lain. Gereja Katkolik tidak menolak apapun yang dalam agama itu serba benar dan suci.

Menurut ajaran Kristen Protestan selanjutnya disebut Kristen-perdamaian atau kerukunan merupakan perintah utama dalam melaksanakan kehendak Tuhan dan setiap umat Kristen mempunyai tugas kewajiban untuk mencari dan mengusahakan perdamaian.

Umat Kristen digembleng imannya dan dididik untuk berkurban dengan mempersembahkan kurban syukurnya yang berupa uang yang disisihkan dalam empat pundi-pundi, yang diperuntukkan :

a) Pemeliharaan Jamaat, membayar Pendeta dll

b) Orang-orang miskin

c) Membangun Gereja

d) Pekabaran Injil

· TOLERANSI DALAM AGAMA ISLAM

Terhadap pemeluk Islam sendiri peraturan Islam sesungguhnya terdapat toleransi artinya dalam bidang ibadat juga terdapat toleransi, karena Islam adalah agama fitroh, sesuai dengan naluri. Maka inti ajaran Islam memang amat ringan. Seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah 256, artinya sbb :

” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Taughut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada ikatan tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Diatas itu adalah ayat-ayat yang menunjukkan bahwa menganut suatu agama tidak ada paksaan, termasuk umat Islam tidak boleh memaksa orang lain untuk mengikuti agamanya.

UPACARA RITUAL DAN SEREMONIAL

· UPACARA RITUAL DALAM AGAMA HINDU

Dalam membahas upacara ritual akan dibatasi untuk agama yang resmi diakui pemerintah keberadaannya di Indonesia. Karena itu dalam pembahasan ini akan dimulai dari agama Hindu.

Sembahyang

- Arti dan makna Sembahyang

Sembahyang adalah salah satu perwujudan dari rasa bakti manusia kepada tuhan dengan tulus ikhlas.

- Cara Sembahyang

Pelaksanaan sembahyang dibagi menjadi dua yaitu : sembahyang yang dilakukan sehari-hari dan sembahyang yang dilakukan sewaktu-waktu. Kalau sembahyang yang dilakukan sehari-hari disebut “Trisandhya”, sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada waktu pagi, siang dan malam hari. Sedangkan sembahyang yang dilaksanakan sewktu-waktu dalam upacara tertentu, misalnya : Galungan dan Kuningan, saraswati, Pagerwesi dll.

- Jenis, arti dan fungsi sarana persembahyangan

Untuk melakukan sembahyang diperlukan sarana sembahyang yang meliputi dua bagian, yaitu : sarana yang berwujud benda (material) dan sarana yang bukan berwujud benda (non material).

Sarana yang berwujud material terdiri dari :

1) Bunga dan daun, bunga berfungsi sebagai simbol Tuhan (Siva) dan berfungsi sebagai sarana persembahyangan

2) Kewangen yang artinya keharuman yang berfungsi sebagai isaroh untuk mengharumkan nama Tuhan

3) Api, dupa dan dipa, dupa adalah sejenis harum-haruman yang dibakar sehingga berasap dan berbau harum

4) Air, merupakan sarana persembahyangan yang penting, dan air yang dipergunakan untuk membersihkan mulut dan tangan serta air suci yang disebut tirtha.

Upacara Yoga

Yoga diartikan latihan rohani yang menyebabkan orang dapat memisahkan antara purusa dan prakerti guna mencapai moksa (surga). Cara yoga ini biasanya dilakukan dengan duduk (asana) menjaga badan tegak, mata setengah tertutup memandang ujung hidung tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun, biasa dilakukan ditempat-tempat terpencil.

Yoga dilakukan melalui empat tahap :

a. Persiapan Etis atau persiapan dibidang kesusilaan yang terdiri dari ahimsa yaitu larangan membunuh atau membenci apapun juga.

b. Persiapan Badani yaitu latihan mengadakan konsentrasi latihan gerak gerik tubuh, menguasai napas hidupnya, menguasai perasaan.

c. Perenungan, pada tahap ini yogin harus memusatkan perhatiannya kepada sesuatu supaya menjadi tenang

d. Samadi, ialah mengadakan perasaan adanya identitas.

· UPACARA SEREMONIAL DALAM AGAMA HINDU

Dalam agama hindu upacara seremonial ini biasanya dilaksanakan mengikuti upacara peringatan hari-hari besar, sedangkan hari-hari besar dalam agama hindu adalah :

1. Hari raya Nyepi (tahun baru) yaitu jatuh pada sehari sesudah tilem kesanga yang jatuh pada tanggal 1 Sacih Kedaca

2. Hari Ciwaratri, artinya malam renungan suci atau malam peleburan dosa

3. Hari Saraswati adalah hari untuk memuja Sang Hyang Widi dalam kekuatannya menciptakan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Kesucian.

4. Hari Pagerwesi, artinya hari pagar besi adalah hari mengkuatkan jiwa dalam pensucian diri untuk dapat menerima kemuliaan sinar Sang Hyang Widi sebagai Paramesti Guru (Tuhan Maha Pencipta).

5. Hari Galungan, adalah hari pawedalan jagad yaitupemujaan dengan telah terciptanya jagad beserta segala isinya oleh Sang Hyang Widi.

6. Hari Kuningan, dirayakan 10 hari setelah galungan dan jatuh pada hari sabtu kliwon wuku kuningan, sebagai pemujaan kepada roh leluhur yang telah suci.

· UPACARA RITUAL DALAM AGAMA BUDHA

Bagi umat Buddha berkewajiban melaksanakan puja bhakti / kebaktian, sesuai dengan petunjuk dan tuntutan agama pada puja bhakti dapat diartikan memuja segala kebesarannya serta berbakti kehadapannya.

Disinilah pentingnya agar umat Buddha selalu waspada dan mengontrol pikiran sebelum melakukan perbuatan / ucapan yaitu :

- Peralatan Ibadat

Untuk melakukan peribadatan diperlukan perlatan diantaranya adalah :

a. Tempat Kebaktian yaitu : Vihara atau Cetia. Vihara biasanya lebih lengkap dan lebih besar dari cetia.

b. Patung sang Buddha, patung tersebut diletakkan diatas altar. Hal ini bukan berarti umat Buddha menyembah patung sebab mereka menyadari bahwa patung tetaplah patung yang tetap dihargai sebagai apa adanya.

c. Lilin, ditaruh diatas altar sebagai lambang penerangan, dengan penerangan seseorang akan mampu membedakan yang baik dan yang tidak baik.

d. Air, merupakan lambang kesucian sebab air yang sedemikian keruhnya bila ditenangkan beberapa saat maka air itupun akan menjadi bersih dan suci.

e. Dupa, bila dupa dinyalakan akan mengeluarkan asap yang berbau harum yang memberikan suasana segar dalam kebaktian.

f. Bunga, persembahan ini mengingatkan akan adanya karma yakni apapun yang telah diingat manusia.

g. Buah-buahan, persembahan ini mengingatkan akan adanya karma yakni apaun yang telah dilakukan manusia.

h. Kue-kue, persembahan ini mengingatkan hendaknya dalam mencari kehidupan atau bermata pencaharian dengan jalan Tuhan Yang Maha Esa.

- Waktu Kebaktian

Kebaktian dapat dilakukan setiap saat, waktu yang manapun baik untuk melaksanakan kebaktian, namun mengingat peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan sang Buddha tepat pada saat bulan purnama maka sebagian umat Buddha mengambil waktu itu untuk melakukan kebaktian bersama, akan tetapi sebagian yang lain mempergunakan hari libur atau hari minggu untuk melakukan kebaktian bersama.

- Pimpinan dan Peserta Kebaktian

Upacara kebaktian umat Buddha dipimpin oleh seorang Bhikku atau seorang Pendeta atau seorang Upasaka Imam, sedangkan upacara kebaktian diikuti oleh :

a. Penganut agama Buddha

b. Umat Trisarana, dengan menggunakan jubah warna biru muda

c. Pandita, menggunakan jubah warna kuning

d. Upasaka / Upasika dengan menggunakan jubah putih

e. Samanera / Samaneri, Bhikku / Bhikkuni, dengan menggunakan jubah kebhikkuan warna kuning.

· UPACARA SEREMONIAL DALAM AGAMA BUDHA

Hari-hari suci yang dirayakan oleh umat Buddha dan diadakan peringatan secara umum hari-hari besar itu adalah :

1. Waisak, dirayakan setiap bulan Mei saat bulan purnama sidhi.

2. Asadha, diperingati 2 bulan sesudah Waisak, pada waktu bulan purnama sidhi pada bulan Juli.

3. Kathina, diperingati pada saat bulan purnama sidhi dibulan oktober tiga bulan setelah peringatan Asadha.

4. Metta, diperingati setiap tanggal 1 Januari yang merupakan hari dana bagi umat Buddha.

5. Magga Puja, dirayakan tiap bulan Februari saat bulan purnama sidhi.

· UPACARA RITUAL DALAM AGAMA KRISTEN

Dalam agama kristen ada golongan atau aliran yaitu kristen Katholik dan Kristen Protestan. Dalam kedua aliran ini terdapat perbedaan dalam pelaksanaan ritual keagamaannya.

Dalam ajaran katholik ada tujuh sakramen, yaitu :

1. Pemandian (Pembaptisan kristus = dikristenkan)

2. Penguatan (Kesentausaan = minta diberi kuat imannya)

3. Ekaristi (Perjamuan suci = jamuan suci dengan roti pahit dan anggur)

4. Pengakuan Dosa

5. Perminyakan Suci (dilakukan apabila ada orang akan meninggal dunia,dengan cara dioleskan pada orang itu, dipimpin oleh Pendeta)

6. Keimanan Imamat, sakramen yang memberikan orang dipanggil kekuasaan untuk melanjutkan imamat Kristus.

7. Sakramen Perkawinan, sakramen yang membuat laki-laki dan perempuan bersatu dalam cinta kasih, untuk membentuk suatu keluarga Kristen.

Sedangkan dalam aliran Kristen Protestan ada 2 sakramen, yaitu :

1. Perjamuan Suci, roti dan anggur disuguhkan pada perjamuan ini, yang menandakan tubuh Kristus yang dibinasakan dan darahnya yang ditumpahkan karena umatnya.

2. Pembaptisan (penguatan), yaitu pembersihan dari dosa, pembabtisan ini menandakan bahwa diri seseorang yang disebut manusia lama mati bersama-sama Kristus agar bangkit pula bersama Dia sebagai manusia baru.

· UPACARA SEREMONIAL DALAM AGAMA KRISTEN

Upacara seremonial biasa dilakukan ditempat yang tidak terikat didalam gereja, tetapi dapat dilakukan di gedung pertemuan, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan.

· UPACARA RITUAL DALAM AGAMA ISLAM

Dalam Islam ada beberapa ritual yang harus dilaksanakan oleh muslim, dalam berbagi bentuk :

- Sholat / Sembahyang

Bagi umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat / sembahyang ada beberapa ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan sholat :

a. Wudlu, yaitu membersihkan diri dari hadats kecil dengan membasuh beberapa anggota tubuh, wudlu ini menandakan bahwa manusia diwajibkan dalam keadaan bersih dan suci sebelum menghadap / menyembah Allah, karena kalau jasmani manusia dalam keadaan bersih dan suci maka rohani pun akan suci dan bersih juga, tata cara wudlu sbb :

~ Membasuh kedua pergelangan tangan, Berkumur, Membersihkan lubang hidung, Me mbasuh muka, Membasuh kedua tangan, dari ujung jari sampai sku-siku, Mengusap rambut kepala, Mengusap kedua daun telinga, Membasuh kedua kaki, dari matakaki sampai lutut.

b. Waktu Sholat, ada waktu-waktu tertentu bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat :

~ Shubuh (Menjelang pagi), Dzuhur (Siang), Ashar (Menjelang sore), Maghrib (Sore), Isya’ (Malam)

Ada waktu-waktu lain untuk melaksanakan sholat sunnah (dianjurkan, tapi hukumnya tidak wajib)

~ Dhuha (Sekitar jam 7 sampai sebelum Dzuhur) dan Tahajjud (sepertiga malam)

c. Do’a Sholat, ada beberapa gerakan dalam sholat, setiap gerakan selelu diikuti dengan membaca do’a yang sudah ditentukan.

d. Tempat Beribadah, seorang Muslim bisa beribadah di Masjid, Musholla, Langgar atau surau.

- Puasa

Puasa merupakan suatu sikap untuk menahan segala macam hawa nafsu, dengan tidak makan dan tidak minum. Ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan sampai datangnya bulan Syawal, ada waktu lain juga dianjurkannya berpuasa diantaranya setiap hari Senin dan Kamis.

· UPACARA SEREMONIAL DALAM AGAMA ISLAM

Dalam agama Islam upacara seremonial ini dilaksanakan mengikuti upacara peringatan hari-hari besar, sedangkan hari-hari besar dalam agama Islam adalah :

1. Idul Fitri, diperingati pada tanggal 1 Syawal,

2. Idul Adha, diperingati pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat islam berqurban.

3. Tahun Baru Hijriyah,diperingati pada tanggal 1 bulan Muharram, Tahun Baru Islam.

4. Maulid Nabi, diperingati pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal, kelahiran Nabi Muhammad.

5. Isra’ Mi’raj, dirayakan pada tanggal 27 bulan Rajab, Nabi Muhammad diangkat ke langit ke-tujuh, Hijrah nabi dari mekkah ke madinah.

6. Nuzulul Quran, dirayakan pada tanggal 17 bulan ramadhan, turunnya Al-Qur’an.

KESIMPULAN

Toleransi merupakan suatu sikap yang ditanamkan dalam ajaran masing-masing agama untuk menciptakan rasa aman, menghargai agama lain, menjadikan kesejahteraan masyarakat dimana masing-masing agama mempunyai pegangan sendiri untuk menjadikan sikap yang toleran tersebut. Seperti Hindhu berpegang pada Manawa Dharma Sastra, agama Buddha yang berpegang pada Buddha dan Dhamma, sedangkan Islam berpegang pada Al-qur’an ayat 159 yang menjelaskan bahwa perintah adanya toleransi baik intern umat beragama maupun antar umat beragama jadi ada sinergitas pada agama-agama dalm hal toleransi.

Sedangkan dalam ritual dan Seremonial masing-masing agama mempunyai cara-cara tersendiri dalam mewujudkan kebaktian mereka pada Tuhan, seperti yang telah dijelaskan bahwa dalam upacara ritual dan seremonial masing-masing agama mempunyai perbedaan dimana perbedaan tersebut tidak menimbulkan kecemburuan masing-masing agama karena itu toleransi sangat diperlukan dalm upacara ritul dan seremonial agama-agama.

& Komentar

  1. Info Komunitas

    Lembag IKE INSTITUT mengundang workshop dengan tema “The Science of Meditation ” Moving/DinamicMeditation : Dari Wu Chi Ke Taichi, bagaimana Pengaruh gerak Tai Chi bagi saluran meridian, Eight Pieces of brocades, 20 minutes Daily for health in long live, pada hari kamis, jum’at tanggal 21-22 Agustus 2008 di The Valley Resort Hotel, Lembah Pakar No 28 Dago, Bandung Hadir dalam Pelatihan ini beberapa narasumber Bpk. Dr. Ir Sugiarto, Msc (Master Taichi Jing Wu Men), Dr. Hudoyo Hupudio, MPH, Ir. Anhar Mapparenna MBA (Praktisi Meditasi berbagai aliran agama).Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi sdri. Tatie / Sdr. Hendri 022-4224931 atau 085624619122, 0811245111

  2. boleh juga boy..

    gusdurian juga ternyata


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar