INNALILLAHI WAINNAILAIHI RAJI’UN
Jutaan rakyat Indonesia, Jutaan Warga NU, Jutaan masyarakat dunia merasa kehilangan seorang tokoh yang menjadi inspirasi, panutan dan pengayom bagi jutaan manusia. Gus Dur meninggal pada Hari rabu 30/12/2009 pkl 18.45. Warga NU, etnis Tionghoa, tokoh agama, pejabat negara, para pemimpin dunia pun menyatakan belasungkawa yang dalam. sejumlah media massa mewawancarai banyak tokoh dan publik figur yang merasa dekat dengan Gus Dur, masing-masing orang mengungkapkan kesan mereka terhadap beliau. Gus Dur dihormati oleh banyak kalangan dan golongan, setiap orang yang bertemu dengan Gus Dur mempunyai kesan masing-masing walaupun hanya pernah bertatap muka satu kali bahkan orang yang belum pernah bertemu Gus Dur pun punya kesan sendiri ketika mengungkapkan kenangannya tentang beliau. ini menunjukkan bahwa dalam setiap tingkah laku, tindakan dan ucapan beliau selalu menjadi sorotan dan panutan publik. Pergaulan Gus Dur yang luas dan jasa beliau terhadap bangsa membuat banyak orang merasa kehilangan. dr. handoyo seorang pengagum dan peniru gaya Gus Dur yang berperan sebagai Gus Pur di sebuah acara televisi mengatakan “kalau meminjam terminologi politik, Gus Dur bergaul dengan orang mulai dari yang paling kanan sampai yang paling kiri”.
Berikut komentar beberapa orang mengenai Gus Dur, yang ditulis oleh kompas.com :
Ahmad dhani mengatakan Gus Dur selevel dengan Bung Karno. “Yang pasti saya merasa kehilangan sosok panutan seperti Gus Dur. Bicara soal Gus Dur, Gus Dur adalah tokoh yang fenomenal. Gus Dur adalah dua orang yang terkenal di Indonesia, dua orang yang terpandai di Indonesia, terjenius di Indonesia, dua orang saya kagumi yakni Bung Karno dan Gus Dur,”.
Dorce Gamalama mengatakan “Di antara presiden yang sudah ada, dialah yang paling komplet, tidak ada yang bisa menggantikan dia terlepas dari kekurangan dia menjadi seorang presiden,” Lebih lanjut, Dorce mengungkapkan bahwa Gus Dur-lah yang mendukung dan membebaskan dirinya untuk memilih kepribadian yang dijalaninya sekarang ini. “Dia juga membela saya di saat memilih, apa saya akan jadi perempuan atau laki-laki pada saat itu,” kenangnya.
Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi mengatakan “tidak hanya bangsa Indonesia yang merasa kehilangan sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tapi juga dunia internasional.Karena sosok Gus Dur sudah diakui oleh dunia internasional sebagai perekat persaudaraan antar umat beragama,”.
Wakil Presiden Boediono mengatakan bahwa almarhum merupakan sosok pemersatu bangsa yang hingga kini belum tertandingi oleh siapa pun. “Kita benar-benar kehilangan seorang tokoh besar, tokoh pemersatu bangsa dalam sejarah modern Indonesia”.
Din Syamsuddin mengatakan “selama hidupnya Gus Dur telah menampilkan peran tertentu dan memberikan jasa bagi bangsa Indonesia. Walaupun Gus Dur sering bersikap kontroversial, lanjut Din, tetapi banyak pula idenya yang bermanfaat terutama pengembangan atas perlunya kemajemukan dan penguatan demokrasi.” “Saya berharap hilangnya seorang tokoh umat dan tokoh bangsa, maka akan segera tergantikan dengan munculnya tokoh-tokoh lain, khususnya di kalangan umat Islam”.
KH. Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil Gus Mus, ketika diwawancara oleh SCTV beliau mengatakan “Gus Dur itu adalah ensiklopedi kehidupan, ketika berbicara mengenai Politik beliau tahu politik, berbicara mengenai puisi beliau banyak tahu tentang puisi, berbicara mengenai lukisan beliau banyak tahu tentang lukisan, berbicara mengenai agama beliau banyak tahu tentang agama”.
masih banyak lagi orang-orang yang mengungkapkan kenangannya terhadap Gus Dur, kita mengingat jasa beliau terhadap kaum minoritas dan pembelaan beliau terhadap orang-orang yang merasakan ketidakadilan dan diskriminasi, seperti Ahmadiyah, Yusman Roy (Sholat dua bahasa), Inul Daratista, penangguhan penahanan untuk petinggi KPK Bibit-Chandra, menghapus Departemen Penerangan agar terciptanya kebebasan pers dan kebebasan berbicara, menghapus UU yang dipandang diskriminatif terhadap etnis Tionghoa, agama Khonghucu dan penganut aliran kepercayaan, pada tahun 1984 Gus Dur mencetuskan NU kembali ke Khittah 1926, serta banyak lagi jasa-jasa beliau terhadap negara, NU dan masyarakat indonesia.
Selamat Jalan Gus Dur………













